Saya akan mempostingkan Pengalaman aku muncak ke Gunung Ciremai Jawa Barat
Sejak kelas X aku ingin banget bisa muncak ke gunung ciremai. Tapi ya karena emang tidak ada temannya jadi cuman bisa berharap deh.
Dan akhirnya impian aku bisa kewujud pada saat aku menginjak kelas XII . Karena teman di kelas ku mengajak buat muncak gunung ciremai. Aku pun tidak menyianyiakan kesempatan itu. Aku pun mengajak ke dua teman ku yaitu Erika dan Anita. Mereka pun menyetujuinya.
Dan pada tanggal 15 Agustus 2015 kami berangkat bersama 7 anak perempuan yaitu Aku, Erika, Nopi, Anita, Ririn, Regi, dan Siska. Dan bersama 7 Anak laki2 yaitu Nopal (leader) , Diki, Hendri, Rypal, Agung K, Agung P dan Febri.
Kami kesana naik kendaraan mobil kolbak ke Palutungan karena kami memilih jalur palutungan.
Aku pun dibekali nasi oleh nenek ku dan lauk pauknya yaitu Ikan pepetek.
Setelah sampai di palutungan kami pun berniat untuk sholat Ashar di masjid . Lalu sebelum kami melanjutkan perjalanan lagi, kami memakai jaket ,masker, dan sarung tangan. Karena udara nya sudah terasa cukup dingin . Diawal perjalanan kami disuguhkan dengan jalan yang begitu sangat menanjak. Dan di awal perjalanan kami sudah merasa kelelahan hehe maklum kami disini semua Pemula . Dan setelah itu kami melewati kebun bawang yang sangat luas. Kami pun break dan minum sejenak. Aku takjub dengan teman ku bernama Ririn karena dia salah satu cewek tertangguh disini yang bisa membawa air botol 3biji yang beratnya masing2 1,5 liter, hebat banget kan. Sedangkan anak perempuan disini termasuk aku. Tidak membawa botol air minum satu pun. Karena itu bagian anak cowok yang membawanya.
Kita lewati hutan2 dan telah melewati perjalanan yang berjam jam lamanya dan setelah kurang lebih 3 jam lamanya kami berjalan dan waktu pun sudah mulai gelap memasuki waktu Maghrib kami pun akhirnya sampai di POS 1 yaitu Cigowonk. Disini kami semua pun beristirahat sejenak dan menunaikan ibadah sholat maghrib disini. Karena di POS 1 ini tempat satu2 nya ketersediaan air dan kamar mandi. Jadi kami tidak menyia2 kannya. Kami pun mengisi botol air dengan air yang mengalir disini. Ya air disini langsung dari alam tidak di masak terlebih dahulu. Maklum lah anak pendaki itu harus minun dan makan seadanya yang ada di alam. Setelah sholat kami pun semua membuka bekal yang telah dipersiapkan dari rumah dan memakannya bersama2 . Sungguh terasa nikmat kebersamaan ini.
Lalu kami pun melanjutkan perjalanan . Meskipun langit sudah berwarna gelap dan malam, kami tetap melanjutkan perjalanan ke pos 2. Kami berhati2 karena kondisi jalan yang membuat kami merasa takut kami menginjak jurang. Dan seperti biasa di perjalanan pun kami sering break .lebih dari 3 jam kami melewati perjalanan dan kami pun berniat beristirahat di POS 3. Dan bergabung bersama pendaki yang lainnya. Kami pun mendirikan tenda untuk tempat istirahat dan menyalakan api unggun karena memang suhu disana cukup sangat dingin meskipun sudah memakai sarung tangan 2 jaket 3. Uhhh brrrr. Aku , Erika, Anita, dan siska berniat langsung tidur di tenda . Sedangkan Ririn, Nopi, dan Regi menikmati hangatnya api unggun bersama anak cowok lainnya. Kami yang berada di tenda tidur dengan setengah terlelap . Karena rasa dingin ini yang membuat kami tidak sepenuhnya terlelalap. Aku yang setengah sadar merasakan bahwa ketiga teman perempuanku masuk untuk tidur. Situasi tenda pun terasa pengap dan sangat sempit sampai2 kakiku tidak bisa kugerakan. Aku yang merasakan Regi sangat kedinginan karena pada saat dia tidur dia secara spontan sering menggigil . Hehe kasian banget ya uh rasanya kami disini merindukan kasur yang sangat mpuk dan hangat di rumah .
Keesokan harinya kami pun langsung melanjutkan perjalanan kami menuju Jembatan Asoy. Teman2 pendaki lainnya yang sangat ramah membuat kami tambah semangat untuk segera bisa sampai ke puncak gunung ciremai. Puncak puncak hanya itu yang ada di pikiran kami. Perjalanan kami pun jauh semakin jauh semakin banyak tanjakan yang harus kami lewati. Sehingga membuat pegal dan lelah kaki kami. Dengan lamanya perjalanan kami pun telah melewati beberapa pos . Ternyata kami pun disini sudah merasa cukup sangat kelelahan kami pun berjalan sedikit sedikit dan sering break beberapa kali. Aku dan rypal yang berjalan di awal tetap melanjutkan perjalanan sedangkan teman lain tertinggal masih di belakang. Sambil menunggu teman yang lain aku dan rypal beristirhat cukup lama . Tenyata teman lain tidak kunjung datang. Agung K dan agung P yang sudah menunggu di ataa sana dan berniat untuk mencari tempat peristirahatan untuk di buat tenda. Aku yang bergegas menyusul mereka . Aku ajak rypal , tapi dia menolak untuk ikut karena dia sudah merasa sangat lelah. Diki yang lewat yang ingin ke atas , aku pun ikut bersamanya. Pucak pun sudah terlihat yang meskipun itu masih jauh perjalananya . Aku dan diki menunggu teman lainnya . Tapi mereka tidak kunjung datang. Kita berdua pun turun kembali dan mencari teman2 yang lain . Dengan jarak yang sangat jauh dari tempat kami tadi menunggu. Akhirnya aku temukan teman2. Ternyata mereka sedang beristirahat dan makan2 dan tenda pun sudah mereka pasang. Kami pun berniat bermalam disini dan akan melanjutkan perjalanan besok pagi.
Bismillah. Kami semua melanjutkan perjalanan ke Goa walet. Gilaa 3 jam perjalanan yang ditempuh kami untuk ke Goa walet. Dan kami pun melanjutkan kembali . Akhirnya puncak pun semakin jelas terlihat akan tetapi kami pun harus melewati jalan tanjakan yang sangat curam, banyak bebatuan besar, dan jalan yang licin karena semuanya pasir . Dan debu ini yang kadang membuat kami sesak . Kalau pakai masker terasa pengap tapi kalau tidak pakai mungkin kami menghirup debu2 yang sangat banyak . Kami semua disini sangat kelelahan dan beberapa kali minum . Tapi semangat kami tetap membara karena sedikit lagi puncak . Tapiiii pada saat 10x langkah kami untuk ke puncak tiba2 penjaga gunung ciremai di atas sana menyuruh para pendaki gunung suruh turun kembali karena di kawahnya telah terjadi Kebakaran . Kami semua yang merasa takut. Kami pun turun . Wah sayang banget kan . Tapi tidak papa lah daripada kami semua celaka disana . Dan sayang kami tidak bisa mengambil foto di puncak . Akhirnya kami mengabadikan foto pada saat di Goa walet. Maghrib kami di goa walet. Lalu kami pun turun ke tenda yang jaraknya lumayan sangat jauh. Dan kami pun bermalam kembali disana.
Dan pada tanggal 17 pagi. Niat kami yang tadi nya ingin ikut upacara di kawah atas sana tetapi ketidak mungkinan kami kembali lagi ke atas sana karena memang kami sudah terasa lelah. Dan akhirnya kami berniat pulang saja . Perjalanan pulang pun lebih cepat dari pada berangkat. Dan dari tempat kami menginap ke tempat dimana kami membeli karcis hanya menempuh waktu 5 jam . Cepat banget kan.
Mungkin itu pengalaman kami. Semoga suatu saat nanti kami bisa mendaki gunung ciremai kembali